![]() |
Eksplorasi Etnomatematika pada Tradisi Manggelek Tobu di Kuok
ISBN : Masih dalam ProsesAstuti, M.Pd, Zulfah M.Pd, Nurhaliza, Nursyahfira, Rika Wulan Sari, Septia Ningrum
Penerbit : PT. Pustaka Cendekia GroupDalam buku ini akan menjelaskan bagaimana konsep Etnomatematika yang terdapat pada Tradisi Manggelek Tobu di Kuok, pada dasarnya Etnomatematika merupakan ilmu yang menghubungkan antara matematika dan budaya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa Etnomatematika dikenal pada tahun 1977 oleh matematikawan Brazil yang bernama D’Ambrosio. Secara etimologi, “ethno” ialah sesuatu yang luas, mengacu pada latar belakang sosial dan budaya, bahasa, jargon, kode perilaku, mitos dan simbol. Kata “mathema” berarti mengetahui, menafsirkan, memahami, dan melakukan kegiatan pengkodean, pengukuran, klarifikasi, penyimpulan, dan pemodelan. Yang terakhir kata “tics” berasal dari kata techne yang bermakna teknik. Penulis mengkaji Etnomatematika mengenai materi geometri dimensi dua, geometri dimensi tiga dan sudut serta transformasi geometri yang ada pada alat manggelek tobu di Kuok. Beberapa bangun datar yang terdapat pada alat manggelek tobu (menggiling tebu) antara lain; pada tiang yang berbentuk persegi, pada tempat keluarnya air tebu berbentuk segitiga, pada ujung pohon kelapa berbentuk lingkaran, pada landasan berbentuk persegi panjang dan setengah lingkaran, begitupun pada kuali yang berbentuk lingkaran. Beberapa bangun ruang yang terdapat pada alat manggelek tobu (menggiling tebu) antara lain; pada tiang terdapat bangun ruang tabung. Beberapa konsep sudut pada alat menggelek tobu (menggiling tebu) terdapat sudut lancip, sudut siku-siku, dan sudut tumpul.Pada tradisi manggelek tobu (menggiling tebu) ini mempunyai nilai dari proses yang dilakukan dari awal sampai jadi nisan (manisan). Kontribusi etnomatematika pada tradisi manggelek tobu (menggiling tebu) memiliki peranan penting dalam matematika dan memberikan wawasan kajian ilmu yang menghubungkan konsep-konsep matematika dalam kondisi sosial budaya dalam masyarakat yang bernilai kearifan lokal.